indriani tanteku, kau kuasai seni membangkitkan birahi

sudah kuturuti perintahmu indriani tanteku
aku sudah telanjang bulat duduk di sofa
kau memintaku untuk menikmati pertunjukan
sambil melarangku untuk mengocok agar mani tak terhamburkan

kau lepas daster tipis itu
kau elus sendiri payudaramu yang 34b
kau tarik putingmu
kau basahi dengan ludah yang kau usapkan lewat jemari dan telapak
38 usiamu tapi kencang sekali susumu karena kau belum beranak dan menyusui
karena kau selalu bersenam dan berenang
karena kau selalu merawat tetek itu

kau naikkan satu kaki di sandaran kiri sofa
kau dekatkan selangkanganmu ke mukaku
terlihat jelas olehku celana dalam tipis mini putih
di dalamnya ada juluran semak perdu lebat
kau rabai sendiri apa yang ada di balik celana itu
ketika kau tarik telapak tangan kananmu
maka kudapati basah berkilat
kau usapkan telapak basah itu di hidung dan mulutku
kurasai aroma ajaib pembangkit nafsu
saat kutatap celana dalam tipis itu ternyata sudah basah sehingga tampaklah sekatup bibir liangmu menempel ketat ke kain celana dalammu
merah menggelap bersemu cokelat

aku tak tahan
mulai mengelus batangku
kurasakan sesuatu akan keluar tanpa sabar
aku mendesah “tante… aku nggak kuat”
kau berlutut
aku tetap di sofa
kau kangkangkan kakiku
lantas kau elus
kau urut
dan slapppp… kau emut
batangku yang membesar mengeras memanjang
aku tak bisa menghitung waktu
dalam sekejap kurasakan aku seperti pipis
maniku membanjir dalam mulutmu

kau biarkan batangka terendam lama dalam rasa geli di dalam mulutmu
sampai akhirnya melemas terkulai
kau buka mulutmu
ahhh semua mani sudah tertelan olehmu
tiada yang tersisa di bibir, lidah maupun rongga mulutmu

saripati lelakiku untuk ke sekian kalinya telah tertuang ke mulutmu
aku selalu membayangkan mulut lain yang tak bergeligi
yaitu liang peranakan yang tak pernah kau gunakan untuk melahirkan
karena kau tak kunjung mau bersuami

tante lajang tante jalang
tak kusangka perkenalanku denganmu lewat tanteku
akan berbuah pengontrakan paviliun di rumahku
dan berujung pada pelampiasan birahi…

ayoh tanteku,
segera tuntaskan tugasmu untuk mendewasakan diriku
sudah siap kupasrahkan keperjakaanku
setubuhilah aku
jangan biarkan aku terlalu lama menunggu

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: