dari paviliun inikudapatkan pesona bulu ketiak & jembut

malam ini aku lemas
karena dalam libur akhir pekan ini
aku sudah empat kali kau kocok
sepanjang pagi sampai malam
sehingga maniku terkuras habis
semua tertuang ke mulutmu tante indrianiku

dalam lelah aku bahagia karena berkesempatan untuk kelon
ingin aku tidur bersama dalam ketelanjangan
tapi kau pakai kembali daster menerawang itu
masih kau pakai celana dalam mungil yang cuma segaris itu
sehingga helai-helai jembut mencuat keluar
kau berpesan, “bobo’ dulu sayang, jangan nakal
nanti saatnya akan tiba kamu bebas mau apa saja”

aku benamkan wajahku ke ketiakmu yang lebat
ketiak dengan aroma alami karena kau habis mandi
aku sudah nggak bisa ereksi tapi merasai nikmat tinggi
kau biarkan tanganku menyusup memainkan pentil
kau beri kesempatan bagiku untuk menyusu sebentar
tapi kau tepis lembut manakala tanganku ingin menyusup ke celana dalammu

dalam kerimbunan ketiak kudapatkan kedamaian
sakit jiwakah aku karena ini seperti penyimpangan?
aku suka ketiak dan jembut juga bermula dari paviliun ini

dulu pengontraknya bernama tante kwi mei
sekretaris  distributor peralatan dapur restoran & hotel
lajang umurnya 31-32
umurku saat itu 17
setiap hujan lebat dan listrik padam dia memintaku menemani
kami tak tidur bersama
tapi beberapa kali terjadi kami bercumbu kecil
sebelum ia masuk ke kamar dan aku tetap tidur di ruang tamu

tante kwi mei mengajariku berciuman
tapi tanganku tak boleh nakal
maka tak ada perabaan susu apalagi lebih dari itu
tapi aku boleh membelai bulu ketiaknya yang lurus
bulu  panjang tajk lebat di atas ketiak putih bersih
aku boleh menciumi bulu ketiak itu
boleh menjilatinya
sampai tak terasa maniku mengalir

pagi hari dari kamarku yang berselisih taman dan kolam dengan paviliun
kunikmati pemandangan tante kwi mei dalam daster tipis you-can-see nobra sedang menjemur pakaian dalam karena pakaian luar dan pakaian dinas diserahkan ke pembantuku dan binatu
saat lengan terangkat selagi menjemur tanpaklah ketiak itu
matahari dari belakang, siluet tubuh ramping putih bersusu mungil kenyal itu jelas membayang

pernah suatu kali tante kwi mei tak memakai celana dalam
siluet itu tampak lengkap dengan juluran bayangan selangkangan berjembut lurus

tante dari pangkalpinang berkulit bersih bermata sipit itu akhirnya meninggalkan paviliun
dia hijrah ke finlandia, diboyong suaminya, bule gendut botak tua

sekarang ada pengganti
namanya tanta indriani
tak seputih tante kwi mei
tapi sama langsingnya
sama kecil keras teteknya
jembut dan bulu ketiak tante kedua lebih tebal
birahinya tampaknya lebih binal
dia perawan tua yang sudah tak perawan
karena pernah jadi pacar gelap bule ekspat
aku tahu dari tanteku karena dia teman tante indriani
tante kwi mei dulu masih perawan
begitu dia memberikan pengakuan
tapi kedua tante yang tak saling kenal itu bilang sama-sama suka onani
hanya saja tante indriani lebih sering
kelak aku akan menyetubuhi tante indriani
kalau bisa saban hari kecuali saat dia menstruasi

Explore posts in the same categories: Uncategorized

2 Komentar pada “dari paviliun inikudapatkan pesona bulu ketiak & jembut”

  1. DJ Rekiman Says:

    lumayan

  2. fedi Says:

    I love armpit girls

    aku suka sekali sama yg namanya ketiak wanita


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: