aku ingin tidur bersamamu selama mungkin, dari malam sampai siang, tapi aku tak ingin menyetubuhimu

malam itu aku begitu gelisah
ingin dekat denganmu
ingin bersamamu
aku takut kehilangan dirimu

dengan sabar kau temani aku tidur
kau turuti permintaanku agar kau telanjang
aku pun telanjang dan ereksi sedikit
tapi aku nggak ingin bersetubuh
meski tadi siang kau bilang kangen

kubenamkan wajahku diketiakmu yang berbulu
kutumpangkan tanganku dipayudaramu
kadang aku pilin lembut putingmu
kau elus rambutku
kau tepuk-tepuk lembut bahuku
ajaib, ereksi mengendur, nafsuku hilang
tapi aku merasakan kedamaian
kuselipkan tanganku diselangkanganmu
merasai hangat dan lembabnya jembut dan memekmu
akhirnya aku tertidur pulas
bangun-bangun sudah pukul lima
padahal kita mulai tidur pukul 10

pagi itu aku segar
dan kau tampak begitu menawan
kau berbisik, “tapi nanti malam kamu nggak cuma tidur kan?”
kau kecup keningku, pipiku, bibirku
kau cubit pantatku

pagi itu, selayaknya pria normal setiap pagi, aku sudah ereksi
kau elus batangku sehingga semakin ngaceng
lalu kau kecup, kau kulum, kau kocok pelan
“katanya nanti malam, tante,” kataku
kau hentikan cumbuan permulaan itu
kau tersenyum, lalu bangkit untuk mandi
tiba-tiba kau berbalik
“lihat nih…” katamu

kau angkat satu kakimu dibibir ranjang
kau kuak vulvamu
memang tampak merah basah
ah tante, rupanya pagi ini birahimu bangkit
aku tahu yang kau mau
aku kecup kelentit itu
tanpa melibatkan lidah
tapi tunggulah nanti malam

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: